Tips Membeli Motor Bekas, Perhatikan 7 Hal Penting Ini!

Image Tips Membeli Motor Bekas, Perhatikan 7 Hal Penting Ini!

Mengetahui tips membeli motor bekas bisa jadi penyelamat buat kamu yang ingin punya kendaraan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Tapi jangan asal pilih! Banyak orang tergiur harga murah tapi malah berujung kecewa karena motornya penuh masalah. Sebab walaupun membeli motor bekas memang bisa jadi solusi hemat, tapi pasti juga ada risikonya. 

Resikonya memang seperti apa? Bisa saja kamu dapat unit yang ternyata bekas kecelakaan, surat-suratnya bermasalah, atau performanya justru sudah menurun drastis. Makanya, perlu strategi dan pengecekan yang benar supaya kamu bisa dapat motor yang masih layak pakai dan sesuai dengan kebutuhan.

Agar tidak salah langkah, ada beberapa hal penting yang wajib kamu perhatikan sebelum membeli motor bekas. Di artikel ini, kita akan membahas 7 hal penting ini sedalam mungkin dan juga terkait negosiasi harga biar bisa dapat opsi harga termiring. Yuk, simak sampai akhir supaya penyelesaian tidak datang di kemudian hari!

 

7 Tips Membeli Motor Bekas, Jangan Sampai Tertipu!

tips-membeli-motor-bekas

Agar tidak tertipu, ikuti 7 tips berikut untuk mendapatkan motor bekas berkualitas! Jangan terburu-buru, lakukan riset, dan pastikan semua aspek diperiksa dengan teliti sebelum transaksi.

1. Tentukan Jenis dan Model yang Sesuai Kebutuhan

Sebelum mulai mencari, pastikan kamu sudah yakin dan menentukan jenis motor yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya berkendara baik itu matic, bebek, atau sport. Selain itu, sesuaikan pilihan dengan anggaran yang kamu miliki agar tidak overbudget dan membebani keuangan.

2. Cek Harga Pasaran

Jangan langsung tergiur dengan harga murah. Sebelum membeli, lakukan riset harga pasaran motor bekas yang kamu incar. Kamu bisa mengecek di situs jual beli online, forum otomotif, atau langsung mendatangi dealer motor bekas. Kalau sudah tahu kisaran harga yang wajar, kamu bisa menghindari penawaran yang terlalu mahal atau justru mencurigakan karena terlalu murah.

3. Periksa Kelengkapan Surat-Surat

Surat-surat adalah hal yang sangat penting dalam pembelian motor bekas. Pastikan motor yang kamu pilih memiliki STNK, BPKB, dan faktur pembelian yang sah. Cocokkan nomor rangka dan nomor mesin dengan yang tertera di dokumen untuk memastikan legalitasnya. Jika ada ketidaksesuaian atau penjual terkesan menghindar saat ditanya soal dokumen, lebih baik cari opsi lain.

4. Periksa Kondisi Fisik Motor

Jangan hanya melihat dari luar, periksa kondisi fisik motor secara menyeluruh. Cek bodi, rangka, dan bagian kaki-kaki untuk memastikan tidak ada bekas kecelakaan, penyok, atau karat yang berlebihan. Perhatikan juga apakah ada tanda-tanda perbaikan besar yang bisa menjadi indikasi motor pernah mengalami insiden serius. Jika kurang yakin, kamu juga bisa mengajak teman yang lebih paham soal motor untuk membantu pengecekan.

5. Cek Kondisi Mesin

Mesin adalah bagian paling vital dari sebuah motor, jadi pastinya jangan sampai terlewat. Nyalakan mesin dan dengarkan suaranya. Mesin yang masih dalam kondisi baik biasanya akan berbunyi halus dan stabil tanpa suara kasar atau berisik berlebihan. Selain itu, periksa apakah ada kebocoran oli atau cairan lainnya yang bisa menjadi tanda adanya masalah pada komponen internal.

6. Lakukan Test Ride

Setelah melihat dan menyalakan mesin, kamu juga disarankan untuk melakukan test ride demi merasakan performa motor secara langsung. Cek bagaimana akselerasi, respons gas, kestabilan saat dikendarai, serta fungsi pengereman. Jika motor terasa tidak nyaman atau ada sesuatu yang janggal, pertimbangkan kembali sebelum memutuskan untuk membeli.

7. Pilih Penjual yang Terpercaya

Pastikan kamu membeli motor dari penjual yang memiliki reputasi baik. Jika membeli dari dealer motor bekas, pilih yang sudah memiliki banyak ulasan positif dan dikenal terpercaya. Jika membeli dari perorangan, usahakan untuk memilih penjual yang bisa memberikan informasi secara transparan dan tidak terkesan terburu-buru dalam transaksi. 

 

Beli di Dealer atau Perorangan? Kelebihan dan Kekurangannya

motor-bekas-dealer-atau-perorangan

Membeli motor bekas di dealer atau langsung dari perorangan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan. Yuk, simak perbandingannya!

Kelebihan Membeli di Dealer

Beli motor bekas di dealer menawarkan kemudahan dari berbagai aspek, di mana salah satu keunggulannya adalah jaminan kualitas. Sebelum dijual, motor biasanya sudah melewati proses inspeksi dan perbaikan, sehingga kondisinya lebih terjamin dibandingkan membeli dari perorangan.

  1. Legalitas dan Administrasi Lebih Terjamin

Dealer memiliki prosedur administrasi yang lebih rapi. Legalitas motor sudah diperiksa, dan kamu bisa lebih tenang karena nomor rangka serta nomor mesin pasti sesuai dengan dokumen. Selain itu, beberapa dealer juga membantu proses balik nama, jadi kamu tidak perlu repot mengurusnya sendiri.

  1. Ada Pilihan dan Garansi

Di dealer, kamu bisa menemukan banyak pilihan motor dalam satu tempat dengan berbagai merek dan model. Beberapa dealer bahkan menawarkan garansi terbatas untuk motor bekas yang dijual, sehingga ada perlindungan tambahan jika terjadi masalah setelah pembelian.

Kekurangan Membeli di Dealer

Meskipun lebih praktis, harga motor di dealer biasanya lebih tinggi dibandingkan membeli dari perorangan. Ini karena adanya biaya tambahan untuk inspeksi, perbaikan, dan garansi. Selain itu, negosiasi harga juga lebih sulit karena dealer biasanya sudah menetapkan harga dengan margin tertentu.

Kelebihan Membeli dari Perorangan

Kalau kamu mencari harga yang lebih murah dan siap untuk lebih teliti dalam memilih motor, membeli dari perorangan bisa menjadi opsi menarik.

  1. Harga Lebih Murah dan Bisa Nego

Motor bekas yang dijual langsung oleh pemiliknya umumnya lebih murah dibandingkan di dealer. Selain itu, kamu bisa bernegosiasi langsung untuk mendapatkan harga yang lebih sesuai dengan budget.

  1. Riwayat Motor Bisa Lebih Jelas

Keuntungan lainnya adalah kamu bisa menanyakan langsung riwayat pemakaian dan perawatan motor kepada pemilik sebelumnya. Jika motor dirawat dengan baik dan punya riwayat servis yang lengkap, ini bisa menjadi nilai tambah.

Kekurangan Membeli dari Perorangan

Pastinya, membeli dari perorangan juga punya risiko. Biasanya cara transaksi ini tidak ada jaminan kualitas, sehingga kamu harus benar-benar teliti saat memeriksa kondisi motor. Risiko penipuan juga lebih tinggi, misalnya motor bodong atau surat-surat palsu.

Selain itu, urusan administrasi seperti balik nama dan pembayaran pajak kendaraan sepenuhnya jadi tanggung jawabmu. Berbeda dengan dealer yang biasanya membantu proses ini, kalau beli dari perorangan, kamu harus lebih teliti dan memastikan semua dokumen lengkap serta legal sebelum deal melakukan transaksi.

 

Budget dan Negosiasi: Cara Mendapatkan Harga Terbaik

negosiasi-motor-bekas

Tentukan Anggaran Maksimal

Sebelum mulai mencari motor bekas, langkah pertama adalah menentukan batas anggaran yang jelas. Lakukan riset harga pasaran untuk mengetahui kisaran harga yang wajar sesuai dengan jenis dan kondisi motor yang kamu incar. Informasi ini bisa didapat dari situs jual beli, forum otomotif, atau dealer motor bekas.

Setelah itu, tetapkan batas maksimal yang siap kamu keluarkan. Ingat bahwa harga motor bukan satu-satunya biaya yang harus dipertimbangkan. Kamu juga perlu menyisihkan dana tambahan untuk biaya balik nama, pajak, asuransi, serta kemungkinan perbaikan kecil yang mungkin dibutuhkan setelah pembelian.

Meski begitu, tetaplah fleksibel. Kadang, kamu bisa mendapatkan motor dengan kondisi yang jauh lebih baik dengan sedikit tambahan dana. Yang pasti, pastikan saja untuk tetap berpegang pada batas yang telah ditetapkan agar tidak berlebihan dalam pengeluaran.

Strategi Negosiasi yang Efektif

Setelah menemukan motor yang sesuai, saatnya masuk ke tahap negosiasi. Berikut beberapa strategi yang bisa kamu terapkan untuk mendapatkan harga terbaik:

1. Jangan Terlalu Antusias

Menunjukkan minat pada motor itu wajar, tetapi jangan terlihat terlalu antusias. Jika penjual merasa kamu sangat menginginkannya, mereka cenderung enggan menurunkan harga.

2. Cermati Kondisi Motor untuk Nego

Balik lagi, periksa motor secara menyeluruh dan temukan kekurangan seperti goresan, komponen aus, atau suara mesin yang kurang halus. Kalau kamu menemukan suatu kekurangan, gunakan ini sebagai alasan untuk meminta harga lebih rendah.

3. Bandingkan dengan Harga Lain

Jangan terpaku pada satu penawaran. Bandingkan harga motor serupa di tempat lain agar kamu memiliki dasar yang kuat untuk menawar dengan harga yang lebih kompetitif.

4. Mulai dengan Tawaran di Bawah Harga Pasaran

Saat menawar, mulailah dari angka yang sedikit lebih rendah dari harga pasar, tetapi tetap masuk akal. Melakukan ini akan memberi ruang bagi negosiasi tanpa langsung ditolak oleh penjual.

5. Pilih Waktu yang Tepat

Waktu pembelian juga bisa berpengaruh, lho. Akhir bulan atau akhir tahun sering kali menjadi momen yang baik karena banyak penjual ingin mencapai target penjualan, sehingga lebih terbuka untuk negosiasi harga.

6. Gunakan Pembayaran Tunai sebagai Keuntungan

Jika memungkinkan, kamu juga visa tawarkan pembayaran tunai. Beberapa penjual lebih suka transaksi cepat dan pasti, sehingga mereka bisa memberi potongan harga sebagai kompensasi.

Pada akhirnya, menentukan budget yang realistis dan menerapkan strategi negosiasi yang tepat bisa membantumu mendapatkan motor bekas dengan harga terbaik. Kunci utamanya adalah riset, kesabaran, dan keterampilan dalam bernegosiasi.

Jangan ragu untuk meluangkan waktu dalam riset dan pengecekan agar keputusan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan budget yang kamu miliki. Jika kamu ingin opsi yang lebih aman, membeli dari dealer terpercaya bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan motor dengan kondisi yang lebih terjamin serta kemudahan dalam urusan administrasi.

Kalau kamu sedang mencari motor baru atau motor bekas berkualitas dengan jaminan terpercaya, kunjungi Yamaha Thamrin dan temukan pilihan motor terbaik dengan layanan yang profesional!